Seorang Guru Agama di Bekasi Lakukan Pencabulan Pada 3 Muridnya

 

 

Eskopi.com – Seorang guru agama di sebuah sekolah swasta di Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi tertangkap polisi lantaran telah mencabuli tiga siswanya di asrama sekolah.

Parahnya, tindakan tersebut dilakukan ketika guru tersebut baru bekerja selama satu bulan. Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto mengungkapkan peringkusan MS adalah penindaklanjutan dari laporan korban RK (12), DK (13), dan GG (13). Tiga remaja laki-laki tersebut adalah murid dari MS yang dicabulinya pada akhir bulan November 2017 lalu.

“Pelaku pertama kali mencabuli RK, ketika itu RK sedang sakit perut, pelaku lalu membaluri RK dengan minyak angin, tetapi pelaku juga meraba bagian-bagian tubuh yang tidak semestinya,” ungkap Indarto.

Kemudian tidak selang waktu lama, pelaku melakukan tindakannya pada korban kedua yang berinisial DK. Saat itu, DK tengah tertidur dan pelaku tiba-tiba mendatangi ranjang DK.

“Dia (pelaku) langsung membuka celana DK sampai paha, pelaku juga membuka celananya,” katanya.

Kemudian pada GG, pelaku melangsungkan tindakannya sama seperti yang dilaksanakan pada DK. Tetapi, ketika itu GG tidak dalam kondisi tertidur pulas.

“GG, tau tapi karena takut dia tidak bergerak, hanya pura-pura tidur,” ungkap Indarto.

Seteah kejadian tersebut, ternyata GG kemudian melaporkan tindakan MS pada Wakil Kepala Sekolah berinisial ASR. Berita tersebut kemudian sampai pada kepala sekolah. Sampai akhirnya memutuskan untuk memberhentikan MS.

“Wakil Kepala Sekolah langsung melaporkan kejadian itu kepada kami pada November 2017. Tetapi, MS sudah keburu kabur setelah dipecat oleh kepala sekolah,” ungkapnya.

Penyidik KPK Dapat Periksa Ajudan Setnov di Mabes Polri

 

 

 

Eskopi.com – Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang berkoordinasi menganai perkara dugaan penghalangan penyidikan kasus e-KTP yang menyeret mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto. Penyidik KPK memerlukan beberapa keterangan dari ajudan Setya Novanto, yaitu AKP Reza Pahlevi.

Kadiv Propam Polri Irjen Martuani Sormin mengungkapkan bersedia memberikan fasilitas terhadap penyidik KPK untuk melakukan pemeriksaan terhadap Reza. Hal tersebut lantaran berdasarkan MoU Polri-KPK-Kejagung, pemeriksaan kepada anggota kepolisian harus dilakukan di Mabes Polri.

“Nanti diperiksa di Mabes Polri oleh penyidik KPK. Kan, kita ada kesepakatan kalau pemeriksaan anggota Polri di Propam,” ungkap Martuani, Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Dia mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Reza sesudah terlibat pada kecelakaan lalu lintas dengan Setya Novanto serta salah seorang wartawan yang bernama Hilman Mattauch. Ketika itu, Setya Novanto sedang dicari KPK sesudah ditentukan menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Dari hasil pemeriksaan juga telah dikoordinasikan dengan KPK. Meskipun demikian, polisi telah terbuka jika KPK masih memerlukan keterangan dari Reza.

“Karena masih dibutuhkan keterangannya, jadi koordinasikan ke penyidik KPK diperiksa kembali di Mabes Polri,” kata Martuani.

Tersangka Perdagangan Surat Sakit Palsu Ditangkap

 

 

Eskopi.com – Dua orang mahasiswi dan seorang karyawan swasta harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Ketiganya diringku lantaran diduga membuat dan memperdagangkan surat sakit palsu.

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Asep Safruddin mengungkapkan kasus pemalsuan surat sakit ini terkuak dengan adanya informasi mengenai perdagangan surat palsu tersebut di media soial. Selanjutnya, penyidik segera melakukan penyusuran dan meringkus ketiga pelaku.

“Ada tiga orang, MKM, NDY, MJS, peranannya berbeda,” ungkap Asep di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Tiga tersangka tersebut memberikan jasa dalam membuat surat keterangan sakit palsu dan kemudian dijual melalui media sosial misalnya, Instagram, Facebook serta Blogspot.

“Misalnya mereka menjualnya lewat Instagram @suratsakitjkt,” tutur Asep.

Asep menjelaskan sebuah surat sakit palsu dipatok harga mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu per lembarnya. Para pembelinya yakni mahasiswa serta para karyawan swasta.

“Sehari bisa 50 pemesanan. Jadi dihitung-hitung bisa Rp 1 juta sehari,” imbuhnya.

Dari tindakannya itu, ketiga tersangka tersebut melanggar Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 29 ayat 1, Pasal 73 ayat 1 Jo Pasal 77 Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

“Ancaman hukumannya di atas 5 tahun dan dilakukan penahanan,” Asep menegaskan.

Pencuri di Bogor Tewas Menceburkan Diri Ke Sungai Ciliwung

 

 

Eskopi.com – Seorang pria yang tidak diketahui identitasnya menceburkan diri ke Sungai Ciliwung setelah ketahuan sedang mencuri di Skate Park Kota Bogor, Senin kemarin. Korban ditemukan oleh Tim SAR sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

“Korban ditemukan sudah meninggal dunia dan sekarang dibawa ke RS Bhayangkara,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Ganjar Gunawan, Selasa (9/1/2018).

Seorang pria yang mempunyai ciri-ciri diantaranya memiliki rambut pendek serta memakai kemeja putih corak hitam da mengenakan celana jeans hitam tersebut ditemukan oleh Tim SAR pada pukul 09.55 WIB. Menurut Ganjar, mayat pria tersebut tersangkut pada bebatuan cekungan tembok penahan tebing Sungai Ciliwung.

“Ya tersangkut di dalam cekungan selebar 2 meter di ke dalam air 3 meter,” ungkap Ganjar.

Sedangkan Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Saefudin Gayo mengungkapkan pihaknya masih melakukan pencarian identitas dari pria tersebut. Ketika dilakukan pemeriksaan, pada kantong celana tidak ditemukan suatu apapun.

“Bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor kepada kami,” kata Gayo.

Sedangkan ciri-ciri lelaki yang tenggelam tersebut memiliki tinggi badan kurang lebih 160 centimeter, berkulit putih, muka oval, berambut pendek lurus dan berumur kurang lebih 25-27 tahun.

Kasus Suap Dirjen Perhubungan Laut, Adiputra Dituntut 4 Tahun Penjara

 

 

 

Eskopi.com – Majelis hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat menuntu terdakwa kasus penyuapan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan, Adiputra Kurniawan dengan tuntutan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta dengan sebsider lima bulan kurungan.

Jaksa KPK, Komisaris PT Adhiguna Keruktama mengatakan hal tersebut dinilai dibuktikan secara sah melakukan penyuapan terhadap Antonius Tonny Budiono selaku Dirjen Hubla mengenai perizinan pengerukan empat pelabuhan di beberapa wilayah Tanah Air.

“Menyatakan, terdakwa Adiputra Kurniawan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut,” ungkap Jaksa Dian pada persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).

Jaksa juga mengatakan mengenai hal yang memberatkan terdakwa yakni tidak menyokong usaha pemerintah dalam memberantas tindakan korupsi. Terdakwa juga dinilai memakai modus penyuapan untuk mengkamuflase tindak pidananya.

“Ada rekening diisi uang yang dapat digunakan sewaktu-waktu oleh Tonny. Bahwa benar PT Adhiguna Keruktama menang saat menjadi peserta lelang dan mengerjakan pengerukan pelabuhan Pulau Pisau dan Pelabuhan Samarinda,” jelas jaksa.

Terdakwa melakukan penyuapan sebesar Rp 2,3 miliar terhadap Tonny Budiono. Dan uang tersebut digunakan untuk mengurus perizinan penggerukan empat pelabuhan. Dan atas tindakannya dia terjerat Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 6 ayat 1 KUHP.‎

Akibat Jembatan Ambruk, Wisata Penangkaran Rusa Bogor Ditutup

 

 

 

Eskopi.com – Wisata Penangkaran Rusa Cariu yang terletak di Desa Buana Jaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ditutup sementara. Penutupan tempat wisata tersebut dilakukan setelah ambruknya jembatan gantung yang menjadi akses untuk ke tempat lokasi.

Kejadian ambruknya jembatan tersebut menyebabkan satu wisatawan meninggal dunia, enam luka berat serta 34 orang lain mengalami luka sedang dan ringam.

“Belum tahu sampai kapan ditutupnya. Lagi pula untuk menuju lokasi harus lewati jembatan. Sekarang jembatan ambruk tidak ada akses lagi,” ungkap Camat Tanjungsari Kosasih, Selasa (2/1/2018).

Dia mengatakan polisi masih melakukan penyidikan untuk mengetahui penyebab ambruknya seling baja yang menyebabkan jembatan yang merintang di atas Sungai Cibeet ambruk.

“Kami sedang menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian,” ungkap Kosasih.

Sampai hari ini, masih terdapat 13 korban yang menjalani perawatan di rumah sakit. Kebanyakan dari mereka mengalami patah tulang.

“Data tadi pagi ada 13 orang yang dirujuk di RSUD Cileungsi. Sebetulnya ada beberapa korban luka sedang lainnya, tapi oleh pihak keluarga dirujuk ke rumah sakit lain,” ungkapnya.

Sedangkan, Kapolsek Tanjungsari Iptu Muhaimin mengiyakan untuk sementara wakt tempat wisata tersebut ditutup sampai menunggu hasil penyidikan oleh penyidik.

“Iya ditutup tunggu penyelidikan,” ungkap Iptu Muhaimin.